
Banyak orang menganggap bisnis frozen food adalah peluang usaha yang mudah dan menjanjikan. Berawal dari peralatan sederhana di rumah, lalu tinggal menjualnya. Namun, kenyataannya tidak semua orang mampu bertahan menjalani proses panjang di baliknya.
Oracio Store, sebuah usaha frozen food di Blitar, menjadi salah satu buktinya. Dulu, usaha ini dirintis dari sebuah rumah kontrakan di Perumahan Kenari. Kini, berkat kegigihan pemiliknya, Anggun Masitoh, bisnis tersebut berkembang hingga mampu mengantarkannya memiliki rumah sendiri.
Aku mengenal Anggun sejak masa kuliah. Ia adalah sosok perempuan yang selalu gigih mengejar apa yang diimpikannya. Mungkin bagi sebagian orang kegigihannya terlihat ambisius. Namun, bagiku justru itu menjadi pengingat bahwa hidup hanya sekali, jadi tidak ada salahnya memperjuangkan apa yang benar-benar diinginkan. Sikap itulah yang kini mengantarkannya membangun bisnis frozen food dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah.

Saat beberapa bulan lalu aku berkunjung ke rumah barunya, ada sosok Anggun yang terasa berbeda. Ia bukan lagi perempuan ambisius yang kukenal saat kuliah, melainkan seorang ibu yang sedang berjuang memberikan masa depan terbaik bagi anaknya.
Nama Oracio Store sendiri diambil dari nama anak pertamanya. Awalnya ia hanya menjual seafood dari rumah kontrakan. Kini usahanya berkembang menjadi toko frozen food yang lengkap, bahkan mampu memberdayakan masyarakat sekitar untuk memproduksi beberapa produk frozen.
“Sekarang yang jadi alasan berjuang ya pendidikan anak. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk dia,” ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Kalimat itu membuatku berpikir. Tidak semua orang memiliki tekad sekuat dirinya. Sebab tekad saja tidak cukup. Dibutuhkan kerja keras setiap hari, mulai dari belajar bisnis, mencari supplier, menyusun sistem, hingga mengelola karyawan. Tidak semua orang sanggup melewati proses tersebut.
Aku selalu kagum dengan energinya yang seolah tidak pernah habis untuk mengejar tujuan. Meski begitu, di balik ketangguhannya, aku masih melihat sosok yang rapuh ketika mengenang almarhumah ibunya yang telah meninggal sejak ia masih sekolah.
Ada kesedihan yang berusaha ia simpan rapat-rapat. Namun justru kenangan bersama sang ibu itulah yang menjadi sumber kekuatan untuk terus berjuang demi masa depan anaknya.
Lahir Tahun 2022, Bisnis Frozen Food Ini Terus Berkembang

Berbekal konsisten mengunggah produk di status WhatsApp setiap hari sejak tahun 2022, kini Oracio Store sudah dikenal oleh banyak pelanggan di Blitar Raya.
Banyak orang mengira bisnis frozen food cukup bermodal kulkas di rumah. Memang, Anggun pun memulainya seperti itu. Ia hanya memanfaatkan bagian freezer kulkas untuk menyimpan stok dagangannya.
Namun, produk yang paling banyak diminati saat itu justru udang ronggeng dan berbagai jenis seafood. Melihat permintaan yang terus meningkat, pada tahun pertama merintis usaha ia memberanikan diri membeli freezer berkapasitas 300 liter agar bisa menyimpan stok lebih banyak.
Kini produk Oracio Store semakin beragam. Mulai dari nugget, sosis, tempura, seafood berbagai jenis, slice beef untuk barbeque, hingga aneka camilan frozen seperti donat, risoles, dan masih banyak lagi.
Dari cerita Anggun, aku baru menyadari bahwa menjalankan bisnis frozen food bukan sekadar menjual produk yang sudah ada. Pemilik usaha juga harus mampu menemukan nilai pembeda agar pelanggan punya alasan untuk terus kembali.
Apalagi setelah tokonya pindah ke daerah Sentul. Ia sadar pelanggan lama mungkin merasa lokasi barunya lebih jauh. Karena itu, ia menyiapkan solusi.
“Aku biasanya ada COD setiap Senin sampai Sabtu jam tiga sore di lokasi yang sama. Jadi pelanggan lama tetap bisa belanja tanpa harus jauh-jauh ke toko,” jelasnya.
Tantangan yang dihadapi pun tidak sedikit. Mulai dari persaingan yang semakin ketat hingga perpindahan lokasi usaha. Namun perlahan semuanya berhasil dilewati. Kini harapannya sederhana: memiliki toko yang lebih besar dan membuat Oracio Store semakin dikenal masyarakat Blitar.
Bukannya Untung, Malah Pernah Rugi Rp1,3 Juta
Menciptakan nilai pembeda dalam bisnis memang tidak mudah. Anggun ingin menjual produk yang saat itu belum banyak tersedia di toko frozen food di Blitar.
Ia pun mencoba membeli seafood dari agen luar kota. Sayangnya, semangat itu justru menjadi pelajaran berharga. Setelah membayar uang muka sebesar Rp1,3 juta, barang yang ditunggu tidak pernah datang.
Bukan hanya itu. Pada tahun-tahun awal merintis usaha, ia juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi reseller. Namun ada salah satu reseller yang mengambil banyak produk tanpa pernah melunasi pembayarannya.
Meski sempat kecewa, pengalaman tersebut justru menjadi bekal untuk memperbaiki sistem bisnisnya. Dulu resellernya hanya tiga hingga empat orang. Kini jumlahnya telah berkembang menjadi sekitar 80 reseller.
Memang benar, terkadang sebuah ujian datang bukan untuk menghentikan langkah, melainkan mengajarkan cara melangkah yang lebih baik.
Belajar Soal Tangguh, Bertekad, dan Punya Visi Meraih Tujuan

Aku belajar banyak hal dari owner Oracio Store, tentang bagaimana caranya membangun bisnis dengan gigih. Meskipun sebenarnya ada keinginan kuat untuk kembali berkarier, ia memilih berbisnis karena bisa tetap mendampingi tumbuh kembang sang anak.
Saat kutanya alasan memilih bisnis frozen food, jawabannya sederhana. Menurutnya, usaha ini bisa dijalankan dengan lebih fleksibel, produknya tahan lama, dan tetap memungkinkan dirinya membagi waktu antara mengurus keluarga dan mengembangkan bisnis. Dari jawaban itu, aku sadar bahwa setiap orang memiliki alasan masing-masing dalam memilih jalan hidupnya.
Perjalanan Oracio Store mengajarkan bahwa bisnis yang besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Bukan modal besar yang menjadi penentu, tetapi keberanian untuk memulai, kemauan belajar, dan kesediaan bertahan ketika menghadapi kegagalan.
Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Anggun:
- Konsistensi lebih penting daripada semangat sesaat. Berjualan setiap hari melalui status WhatsApp sejak tahun 2022 mungkin terlihat sederhana, tetapi kebiasaan kecil itulah yang perlahan membangun kepercayaan pelanggan.
- Kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Pernah tertipu hingga kehilangan Rp1,3 juta dan mengalami reseller yang tidak membayar tidak membuatnya menyerah. Ia justru memperbaiki sistem bisnis agar kejadian serupa tidak terulang.
- Bisnis harus memiliki pembeda. Tidak hanya menjual produk yang sama dengan kompetitor, tetapi juga berani mencari produk baru dan memberikan kemudahan layanan seperti COD rutin untuk mempertahankan pelanggan.
- Tujuan yang kuat akan menjadi bahan bakar perjuangan. Jika dulu berjuang demi mewujudkan mimpi, kini alasan terbesarnya adalah memberikan masa depan dan pendidikan terbaik bagi sang anak. Tujuan yang jelas membuat seseorang mampu bertahan melewati masa-masa sulit.
- Kesuksesan juga berarti mampu memberi manfaat bagi orang lain. Oracio Store tidak hanya berkembang sebagai toko frozen food, tetapi juga membuka peluang bagi puluhan reseller dan memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses produksi.
Pada akhirnya, aku menyadari bahwa bisnis bukan hanya tentang mengejar omzet ratusan juta atau memiliki rumah sendiri. Lebih dari itu, bisnis adalah perjalanan membentuk karakter: belajar sabar, bangkit setelah gagal, terus beradaptasi, dan tetap memiliki hati untuk berbagi manfaat kepada orang lain.
Kisah Oracio Store membuktikan bahwa ketika seseorang memiliki tekad yang kuat dan terus melangkah meski perlahan, impian yang dahulu tampak jauh pun bisa menjadi kenyataan. Next, tunggu cerita usaha dari Boga Ived, ya.***