Alat dan Bahan Pembuatan Kompos, Yuk Siapkan!

Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat kompos mudah ditemukan di sekeliling kita

Bulan lalu aku belajar membuat kompos dari sisa sampah organik, ternyata alat dan bahan pembuatan kompos tak perlu harus beli baru. Kita bisa memanfaatkan barang yang ada di rumah, bekas tak apa-apa asalkan masih bisa dipakai untuk membuat pupuk organik.

Saat itu aku memakai bekas ember cat yang ada di Gudang sebagai wadah untuk menampung pupuk kompos yang sudah disiapkan. Meskipun ternyata terlalu kecil berbanding terbalik dengan sampah sisa sayuran yang kulit buah yang agak banyak membuatku sedikit menyesal karena harus bikin tambahan lagi.

Aku berpikir bahwa saat itu masih percobaan pertama, jadi takut aja kalau gagal. Tapi ternyata kalau membuat kompos itu tidak ada istilah gagal, mesti dan selalu berhasil, meskipun kalau ada yang tak sesuai proses pasti panennya bakalan lama.

Alat dan bahan pembuatan kompos bisa memakai barang bekas yang ada di rumah, selain tak perlu mengeluarkan biaya, kita kita bisa memanfaatkan barang bekas jadi berguna. Tapi, kalau memang ingin membeli yang baru, toko online tetap tersedia dengan berbagai variasinya.

Alat dan Bahan Pembuatan Kompos

Memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah untuk membuat kompos juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi pemakaian barang yang tidak diperlukan. Saat praktek beberapa bulan lalu, aku memakai bekas ember cat yang ada di rumah. Berikut ini beberapa alat dan bahan pembuatan kompos yang bisa digunakan dilansir dari @harewoskompos.

Wadah Pembuatan Kompos

  1. Ember bekas cat dan tutup
  2. Ember bekas dan tutup
  3. Karung bekas
  4. Toples plastik bekas
  5. Gallon sekali pakai
  6. Drum bekas dan tutup

Alternatif jika membeli harus sesuaikan dengan kemampuan

  1. Easy Grow Compost Bag harganya sekitar 30 ribu hingga 150 ribu rupiah
  2. Pot Gerabah harganya sekitar 65 ribu hingga 200 ribu rupiah.
  3. Ember modifikasi harganya sekitar 65 sampai 200 ribu rupiah.

Peralatan Lain yang Digunakan Membuat Pupuk Kompos

  1. Solder atau besi, obeng, gunting yang dipanaskan ddengan api. Alat ini berfungsi untuk membuat lubang udara pada wadah kompos.
  2. Alat pengaduk yang ada di rumah, bisa pakai sekop atau apapun yang sejenis.

Bahan Pembuatan Pupuk Kompos

  1. Material cokelat seperti daun kering, atau tanah gembur, Usahakan yang ada di rumah
  2. Sampah organik mulai dari sisa sayur, kulit buah, atau dedaunan. Jangan lupa untuk dicacah menjadi lebih kecil agar lebih cepat terurai.
  3. Larutan air cucian beras yang telah direndam selama 2 hari. Fungsinya sebagai Biaoaktivator. Bisa juga memakai air cucian beras.

Oh ya, aku pernah menulis cara membuat kompos di bekas ember cat, bisa klik di tautan judul tersebut. Sebelum menyiapkan alat dan bahan untuk membuat kompos, jangan lupa untuk mengamati keadaan sekitar mulai dari jenis dan jumlah sampah organik di rumah.

Barang bekas yang bisa digunakan untuk mengompos, tempat mencari tanah gembur atau alternatif memakai material cokelat di sekitar rumah, hingga nantinya bakal diletakkan di mana kompos yang sudah tercampur.

Pengamatan itu sangat penting agar pembuatan kompos berhasil dan bisa dijadikan pupuk yang nantinya sangat berguna untuk tanaman.

Ketahui Kompos yang Berhasil

Setelah persiapan alat dan bahan selesai, mari kita mengenali tentang pupuk kompos yang siap panen atau matang dan bisa digunakan untuk tanaman. Namun sebaiknya sebelum digunakan jangan lupa diangin-anginkan dulu, ya, agar nutrisinya tidak terlalu pekat.

  • Apa Ciri Kompos yang Sudah Matang?

Ciri kompos yang sudah matang atau siap panen biasanya berusia 1 hingga 6 bulan, tapi itu semua tergantung bagaimana kita memperlakukannya dengan rutin mengecek tiap beberapa hari sekali. Serta tergantung sampah organiknya dicacah dulu atau tidak, karena jika dicacah bakal lebih cepat panen.

Selain itu, warna kompos yang sudah matang biasanya cokelat kehitaman,dan tidak ada hewan pengurai. Tidak berbau, serta wangi khas tanah subur dengan tekstur lembab. Tidak kering dan tidak basah.

  • Berapa Hari Kompos Matang?

Waktu yang dibutuhkan agar kompos siap panen sekitar 30 hari hingga bisa sekitar 6 bulan. Hal itu bisa disebabkan bagaimana cara kita memperlakukan bahan-bahan kompos dan alatnya. Misalkan saja wadah bekas yang digunakan lubangnya kurang, jadi asupan oksigen yang masuk ke dalam jadi rendah sehingga menyebabkan kompos berbau dan basah.

Selain itu bahan sampah organik juga harus diperhatikan seperti harus dicacah lebih kecil agar lebih cepat terurai. Jangan lupa untuk mengadukanya tiap 3-4 hari sekali akan suplai oksigen merata ke seluruh sudut komposter.

  • Apa Masalah yang Muncul Saat Membuat Kompos?

Terdapat beberapa hal yang menimbulkan masalah saat pembuatan kompos, mulai dari berbau, kondisinya basah atau becek dan terlalu kering, muncul belatung, semut, panennya lama hingga komposter cepat penuh.

Masalah ini sebenarnya bisa diatasi seperti halnya saat kompos berbau dan basah berarti harus ditambahkan unsur cokelat dan rajin diaduk. Jika terlalu kering, maka harus ditambahkan sampah organik, dan jauhkan dari sinar matahari langsung. Dan lain-lain.

Membuat kompos adalah cara yang efektif untuk mengolah sampah organik karena sisa makanan ternyata justru menimbulkan banyak masalah jika terkumpul di TPA. Nah, kalau sudah tahu alat dan bahan yang perlu dibutuhkan untuk membuat kompos, sudah siap untuk membuatnya? Jangan lupa baca artikel lama juga tentang cara membuat kompos dari daun kering juga, ya. Atau bisa juga lanjut baca disini soal Cara Membuat Komposter dari Ember Cat. ***

16 Comments

  1. Masalah sampah menjadi masalah besar jika dibiarkan karena keterbatasan tempat pembuangan sampah. Solusinya adalah pengolahan sampah mandiri oleh warga, seperti kompos dan biopori. Thx infonya

  2. Wah aku belum pernah berhasil bikin kompos sendiri, alhasil cari jalan pintas beli yang sudah jadi padahal banyak bahan baku di rumah untuk membuat kompos sendiri, next mau coba lagi ah siapa tahu kali ini berhasil.

  3. membaca artikel ini rasanya seperti kembali ke masa2 sekolah dulu hehehe… informasinya lengkap dan praktis. bisa mengurangi jumlah sampah yg ke TPA, dapat manfaat mendapatkan pupuk, bisa dipakai sendiri atau dijual, murah, yang dibutuhkan hanya niat dan disiplin. thumbs up!

  4. Aku pernah diminta tolong sama ibu buat bikin lubang kayak gitu, baru tahu ternyata buat bikin kompos. Terimakasih infonya

  5. Wah, keren.. lengkap deh penjelasannya. Sangat membantu buat yang ingin mulai membuat kompos. Terutama sih buat yang mengatasi permasalahan sampah di banyak tempat, termasuk Jogja ..

  6. aku udah nyobain bikin komposit pakai ember bekas, Dan hasilnya lumayan bagus meski aku menunggu hingga 3 bulan kayaknya. emang kudu sabar yaa..lebih praktis beli sih,tapi kepuasan lihat hasil ngompos sendiri tuh priceless yaa. jadi pengen ngompos lagi hehe

  7. Ini akan jadi solusi terbaik untuk saya yang lagi bingung mengelola sampah. Terlebih di Jogja yang sedang alami krisis TPA. Minimal bisa digunakan untuk mengurangi sampah sisa makanan. Daripada hanya menjadi bau saja kan.

  8. Membuat pupuk kompos asik juga sepertinya, tapi harus sabar ya… karena pasti perlu waktu yang panjang sampai pupuk jadi dan siap pakai… Dan pastinya dibutuhkan lahan juga untuk penyimpanan. Tapi hal kecil bisa berpengaruh untuk linkungan ya..

  9. Kalau setiap rumah bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk tentu akan sangat membantu penanganan sampah itu sendiri. Tadinya saya merasa agak risih, tetapi ternyata kompos yang sudah matang itu kering, ya.

  10. Kayaknya aku belajar banyak dari kaka deh, dari dulu aku selalu takut mulai bikin kompos sendiri. Takut kalo nggak berhasil terus muncul belatung atau hewan2 sejenisnya. Bukan apa2, soalnya aku paling takut, geli, sama hewan2 yang bergerak dengan perut begitu, alias nggak punya kaki. Punya pengalaman buruk, yah bisa dibilang trauma lah. Makanya sampe sekarang masih takut bikin kompos sendiri. Karena beberapa kali nemu pengalaman orang, yang masih pemula ngompos, itu jadinya muncul belatung. Kan aku jadi ngeri sendiri 🙁 Gimana dong??

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *