Cara Membuat Komposter dari Ember Cat

Cara mudah membuat komposter dari ember cat, bahannya mudah ditemukan

Sudah beberapa hari ini aku pulang ke rumah ibu, kebetulan selalu ada sayuran yang sudah layu karena dipetik hari-hari sebelumnya tapi tak kunjung dimasak. Maklum saja, ibu memang menanam sayuran di sawah, jika tak dijual pasti dibagikan kepada tetangga. Akhirnya aku berpikir untuk mencari cara membuat komposter dari ember cat.

Jika tak diolah dengan bijak sisa sayuran yang layu tadi bakalan dibuang begitu saja di belakang rumah. Ya, meskipun bakal ada ayam yang siap menyerbu untuk dijadikan cemilan, tapi kalau tercampur dengan sampah plastik yang berserakan bikin nambah sulit terurai, kan.

Kebetulan di rumah ibu juga ada ember cat yang tak terpakai, jadi bisa dimanfaatkan untuk membuat komposter. Bahan-bahan membuat kompos tersedia lengkap kalau di rumah ibu yang berada di pedesaan, hanya pengelolaan dan kurang informasi saja.

Cara Membuat Komposter dari Ember Cat, Perhatikan Hal Ini!

Jangan lupa lubangi ember cat untuk pembuatan pupuk komposagar oksigen bisa masuk

Sebelum memulai membuat pupuk kompos, harus dipersiapkan dahulu peralatannya yaitu komposter dari ember cat. Jangan lupa ember cat yang akan digunakan harus sudah dibersihkan dulu, ya. Agar nantinya zat kimia pada cat tidak tercampur dengan sampah organik yang bisa memperlambat penguraian.

Komposter yang pernah kubuat hanya memakai satu bekas ember cat saja, bukan jenis komposter ember tumpuk, ya. Jadi, nantinya tidak ada pupuk cair yang dihasilkan. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat komposter adalah ember cat tembok ukuran 25 kilogram. Sedangkan peralatannya ada paku besar atau besi, bisa juga pakai solder.

Cara membuatnya cukup mudah, setelah dibersihkan bekas catnya, lalu memberikan lubang di bagian samping serta bagian bawah dengan menggunakan solder atau paku yang sudah dipanaskan. Lubang ini fungsinya agar oksigen bisa masuk, sehingga pupuk kompos nantinya tidak berbau. Komposter siap digunakan, mudah bukan?

Mengenal Komposter dan Ciri Kompos yang Berhasil

Jumlah sampah organik termasuk sisa makanan nyatanya tiap waktu akan selalu bertambah dan meningkat, jika kita tidak bijak cara mengolahnya, tentu bakal menimbulkan masalah. Apalagi sampah organik pasti selalu ada setiap hari yang berasal dari apa yang kita konsumsi.

Banyak manfaat sebenantnya yang bisa kita dapatkan dari membuat kompos, selain mengurangi perubahan iklim, juga membuat kita menjadi lebih bersyukur agar mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat seperti pupuk kompos.

Oh ya, berikut ini jenis-jenis komposter yang harus kamu ketahui. Ada banyak macamnya, dan sebenarnya mempermudah kita untuk memilih dan bijak mengelola sampah. Tinggal kitanya saja siap dan mau atau tidak untuk menjaga lingkungan.  

Jenis-jenis Komposter

Dilansir dari laman zerowaste.id, berikut ini jenis-jenis komposter yang bisa digunakan untuk membuat kompos. Ada Takakura, KOmposter Drum atau container, Gerabah, Biopori dan Worm Bin.

Jenis komposter yang bisa digunakan untuk membuat kompos

Takakura

Takakura merupakan teknik mengompos dengan memakai keranjang cucian bekas yang berlubang dan dilapor kardus bekas.

Komposter Drum atau Container

Jenis komposter ini memakai drum pkastik bekas yang bagian bawah harus dilubangi agar mendapat sirkulasi udara. Cocok untuk lahan sempit dan indoor.

Gerabah

Gerabah dalam pembuatan kompos dinilai lebih baik dalam menghasilkan oksigen daripada plastik. Caranya dengan membuat lubang di tanah untuk mengbur sampah.

Biopori

Jenis komposter biopori biasanya menggunakan pipa paralon yang dilubangi kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam tanah. Jenis komposter ini lebih fleksibel karena bisa menambung sisa sampah organik hewani juga.

Worm Bin

Jenis ini merupakan komposter yang media pengurainya adalah cacing. Caranya menggunakan wadah plastik yang ada tutupnya, lalu masukkan sisa sampah organik beserta cacing sebagai pengurai.

Faktor yang Mempengaruhi Agar Kompos Siap Panen.

Seperti kata Ibu DK Wardhani, founder kelas @belajarzerowaste_id dan aktivis lingkungan, bahwa tidak ada kata gagal dalam mengompos, karena setiap sampah organik pasti bakal terurai. Jadi, buat pemula yang ingin belajar membuat kompos, yuk mulai saja, karena ciri kompos yang berhasil sebenarnya tergantung bagaimana cara memperlakukan kompos yang sudah kita buat.

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi kompos berhasil dan siap panen, hal utama yang harus diperhatikan adalah empat jenis bahan dalam mengompos seperti karbon, nitrogen, air, dan oksigen harus terpenuhi. Sampah cokelat merupakan karbon, sampah hijau merupakan nitrogen yang perbandingannya sampah cokelat dengan sampah hijau 3:1.

Menjaga Suplai Oksigen yang Cukup agar Lekas Panen.

Caranya cukup mudah, memastikan pupuk kompos yang selesai dibuat harus diaduk tiap 2-3 hari sekali agar mendapat oksigen.

Menjaga Kelembapan Pupuk Kompos.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kompos tidak boleh terlalu kering kering karena dapat menghancurkan proses komposter. Dan tidak boleh terlalu basah karena dapat berbau tidak sedap.

Oleh karena itu pentingnya menyeimbangkan sampah hijau dan sampah cokelat sesuai takaran. Namun, sebenarnya dapat diatasi kalau mengompos belum terlalu lama, seperti jika terlalu kering bisa menambahkan sampah hijau. Jika terlalu basah, berati sampah cokelat harus ditambahkan.

Menjaga Keseimbangkan Karbon dan Nitrogen dari Sampah Cokelat dan Sampah Hijau.

Mengompos itu Mudah, Yuk Mulai Pilah Sampah!

Setelah baca artikel cara mengompos, mudah bukan! Nah, sudahkah ada niatan ingin memilah sampah agar tak menimbulkan masalah bagi lingkungan, dan kesehatan? Atau ingin lebih mengurangi sampah organik dengan tidak menyisakan makanan, dan menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan agar tak menimbulkan sampah. Tunggu artikelku selanjutnya, ya, tentang produk ramah lingkungan agar kita lebih bijak memilah sampah. ***

8 Comments

  1. Ternyata ada banyak jenis komposter, ya. Kukira hanya bisa di wadah saja. Baru tahu ada yang bisa dikubur kayak biopori

  2. Jika saja banyak yang paham soal manfaatin sampah jadi pupuk kompos. Kan bisa kurangi perubahan iklim ya, sayangnya ya gitu.

  3. Aku sebenarnya sudah bikin kompos sejak tahun lalu, tapi baru tahu soal faktor keberhasilan kompos ternyata ada banyak juga, ya

  4. Bikin kompos itu emang mudah, ya. Yang susah emang memilah ketelatenanya. Butuh kesabaran biar berhasil kan, ya.

  5. Pernah bantuin istri buat lubangin ember cat bekas, baru tahu ternyata dibikin wadah kompos. Kreatif sekali ya memanfaatkan barang bekas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *