Daycare di Blitar, Pengalaman Menitipkan Nismara

Biaya Daycare di Blitar, kisaran 200 hingga 7 juta

Dua minggu lalu aku memutuskan untuk menitipkan Nismara ke daycare di Blitar. Awalnya karena tempat pertama yang bisa satu sekolah dengan keponakan, kuotanya sudah penuh, akhirnya mencari lagi dan tanya beberapa teman. 

Keputusan untuk menitipkan Nismara di daycare sebenarnya sudah sejak usianya 1 tahun.  Saat itu aku punya feeling harus berkarir lagi agar punya penghasilan, lalu mencari beberapa tempat daycare. Namun karena keterbatasan informasi, akhirnya mengurungkan niat dan memutuskan mengasuhnya sendiri di rumah. 

Dan belum sampai usianya genap dua tahun, akhirnya aku harus memutuskan untuk menitipkannya di Daycare. Tentunya dengan alasan aku harus bekerja untuk membantu ekonomi di keluarga dan Nismara  memiliki teman bermain. 

Sempat berpikir aku bukan ibu yang baik karena tak bisa mengasuhnya sendiri, tapi nyatanya setelah satu minggu kemarin di daycare, banyak dampak baik yang kami rasakan sebagai orang tua. Salah satunya ia mulai bisa bermain sendiri.

Table of Contents

Awal Mula Memutuskan Mencari Daycare untuk Nismara

Daycare jadi pilihan agar Nismara punya teman main
 
ilustrasi dari canva

Mungkin ada orang yang masih menganggap jika hanya freelance menulis yang bisa dikerjakan di manapun, kenapa harus tega menitipkan anak yang masih belum genap 2 tahun. Aku hanya diam saat berbicara dengan orang semacam itu, karena sepenuhnya dia tak akan mengerti. 

Setiap anak tentu selalu ingin ditemani saat bermain, sebagaimana Nismara. Dan menurutku dia tipe anak yang mudah memahami banyak hal karena saat bermain, dia selalu ingin ada interaksi. Tak peduli sedikit atau tidaknya mainan yang dimilikinya, dia hanya membutuhkan diajak berinteraksi saja.

Mungkin ada yang menganggap jika dibelikan banyak mainan,  dia akan sibuk dengan mainannya dan aku bisa bekerja. Oh tentu tidak, dia bukan tipe yang seperti itu. Setiap mainan yang ingin dimainkan harus selalu ada interaksi entah dari bapak atau aku sebagai ibunya.

Ketika aku lengah sedikit karena akan mengerjakan beberapa proyek tulisan, dia yang tahu cara membaca situasi bakal tak diperhatikan beberapa waktu oleh ibunya akan mengalihkan untuk meminta ditemani oleh Kak Nisa, Kinderflix. Ya, televisi adalah solusi tapi juga beban masalah yang harus kami atasi. 

Aku tak ingin Nismara jadi anak yang antisosial,  suka tantrum akibat kebanyakan nonton televisi, atau lebih banyak diamnya dan takut saat bertemu orang lain saat diajak ke rumah nenek.  Untungnya aku dan mas sangat mempedulikan dengan tumbuh kembangnya, jadi sebelum dampak screetime terlalu lama bisa membuat tumbangnya terhambat, aku memilih mencarikannya teman main agar dia bisa belajar bersosialisasi. 

Sebenarnya aku juga tak ingin dia sering menonton televisi, meskipun yang ditonton ya sesuai usianya. Tapi tetap saja. Apalagi karena sering di rumah saja, dia kadang takut bertemu orang. Aku dan mas juga sepakat kalau dia boleh menonton hanya di televisi saja, sengaja tak penah memutar video YouTube di ponsel, jadi saat pergi  agar dia bisa menikmati apapun yang ada di sekitarnya.

Dari banyak pertimbangan itulah ternyata banyak dampak kurang baik jika terlalu lama membiarkan Nismara di rumah saja, dengan kondisi aku dan mas yang juga bekerja dari rumah. Dampak kurang baiknya aku dan mas tak bisa fokus dan maksimal untuk bekerja, sedangkan bagi Nismara jadi takut bertemu orang dan kurangnya interaksi serta perhatian dari orang tua. 

Akhirnya berbekal masalah itulah aku harus mencari solusi, salah satunya mencari tempat pengasuhan anak atau daycare di Blitar. Setelah bertanya kepada beberapa orang, memilih dan memilah sesuai tujuan menitipkan serta budget yang kumiliki akhirnya telah diputuskan tempat daycare Nismara.

Biaya Daycare di Blitar, Harga Bervariasi Sesuai Tujuan

Biaya daycare Nismara di ABA 2 Blitar termasuk terjangkau

Jika ditanya soal biaya daycare di Blitar, sejauh ini harganya memang bervariasi sesuai fungsi dan tujuan tiap orang tua yang berbeda. Kalau aku mencari daycare dengan tujuan agar Nismara punya teman bermain, dan ada yang menemaninya selama aku bekerja. Alhamdulillah, biayanya tak terlalu mahal.

Hal ini berbeda jika aku juga menginginkan selain punya teman main, ditemani guru pengasuh, dan ada pelajaran seperti sensorik dan motoriknya. Biayanya tentu saja lebih mahal karena ada waktu, pikiran, dan tenaga untuk menyiapkan kegiatan sensosik dan motorik tiap harinya. 

Saat ini fokus utamaku mencari daycare hanya agar Nismara punya teman bermain dengan anak seusianya, jadi kegiatan sensorik dan motorik bisa dilakukan di rumah saat dia libur akhir pekan. Selain itu juga bisa membantu melatihnya untuk makan, dan belajar bersosialisasi secara mandiri. 

Akhirnya aku memutuskan memilih ABA 2 jadi tempat Nismara bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Kelompok bermain ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 2 berada di Jalan Veteran gang 01, atau tepatnya depan RSU Aminah, utaranya Olivia Bakery ada gang kecil masuk ke barat. 

Saat pertama kali datang, tempatnya lumayan luas, ada beberapa permainan outdoor di luar, seperti ayunan, perosotan, hingga panjat memanjat.  Ada beberapa ruangan, dari tempat untuk tidur, area bermain, area belajar, ruang administrasi dan guru, kamar mandi di belakang, hingga ada satu ruangan masih belum difungsikan. 

Biaya di sini cukup terjangkau untuk budget freelance yang punya penghasilan tak tentu sepertiku.  Satu bulan hanya 275 ribu dengan rincian bekal bawa sendiri karena di sini tak menyiapkan makan siang. Rincian biaya lain seperti pendaftaran, perlengkapan, hingga infaq sekitar 450 ribu. 

Untuk jam masuknya mulai jam 7 pagi hingga jam 3 sore. Lama sekali, ya, aku kadang justru merasa kasihan sama gurunya dengan waktu sepanjang itu, hanya diberi gaji tak seberapa.  Apalagi hal itu dilakukan selama sebulan penuh, ada anak-anak yang harus ditemani main, disuapi makan, dibantu belajar mandiri, kadang dimandiin juga. Semoga sehat selalu guru-guru di Aba 2. 🥹

Makanya setiap menjemput Nismara, aku selalu membiasakannya untuk belajar berterimakasih dengan gurunya karena telah menemani bermain, makan, dan bahkan tidur.  Mungkin ucapan terimakasih ini tak seberapa dibandingkan rasa lelah mereka, tapi setidaknya aku melatih kebiasaan baik agar kelak Nismara menghargai setiap profesi apapun. 

Oh ya, jika kamu memiliki dana yang cukup bisa mencoba memilih beberapa daycare di Blitar.  Tapi sebagian besar biayanya nyaris sama sekitar 300 hingga 600 an untuk kelas menengah. Jika ingin dana lebih, yang dibutuhkan sekitar 800 an hingga 2 juta untuk kaum ekonomi kelas atas.

Seperti di ABA 1 yang lokasinya berdekatan dan berada di Jalan Veteran per bulan sekitar 400 ribu, daycare keponakan yang berada di jalan Bali juga sama biayanya, 400 ribu. Sedangkan daycare yang berada di daerah Bendogerit, Sekar Alit budget minimalnya sekitar 600 ribu itu belum termasuk uang makan sekitar 200 hingga 250 ribu. 

Sebenarnya aku ingin mencoba di Sekar Alit yang katanya di promosi web dan media sosial ada kegiatan sensorik dan motorik, apalagi lebih dekat dengan rumah. Tapi sementara ini masih menyesuaikan budget dulu, yang terpenting Nismara bisa punya teman main saja sudah membuatku tenang. 

Kalau di Saint Hanna yang berada di selatannya kebonrojo budgetnya lumayan besar karena sebagian besar anak-anak Chindo.  Biaya yang dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh juta untuk usia Toodler. Waah, mahal, ya, biaya pendidikan. Tapi di sini sudah ada seragam dan bukunya, sih. Yang mahal uang pendaftarannya sekitar 5 juta. Wahh.

Kesimpulan

Itulah awal mula aku harus memutuskan Nismara harus daycare, lengkap dengan estimasi biaya daycare di Blitar.  Alhamdulillah, satu minggu setelah dia berada di tempat pengasuhan, ada banyak dampak baik yang kurasakan. Next bakal kutulis “Dampak Daycare bagi Nismara.” ***

8 Comments

  1. Pinternya Nismara 😍 kok murah banget di sana ya mbak per bulannya. Kalau di sini mahal banget loh, bisa berkali kali lipat hiks.

    • ada baiknya juga ya kak dititipkan di daycare, anak juga dapat bersosialisasi, dan belajar banyak dari sana

  2. Dewi Setyowati

    Nitipin anak di daycare pastinya ada pro dan cons-nya ya Mba… Tapi pasti semuanya bisa dijalani dan dilalui dengan segala kompromi. Semua demi pertumbuhan dan pendidikan buat buat hati. 🙂

  3. Nitipin anak di daycare pastinya ada pro dan cons-nya ya Mba… Tapi pasti semuanya bisa dijalani dan dilalui dengan segala kompromi. Semua demi pertumbuhan dan pendidikan buat buat hati. 🙂

  4. Variatif ya biaya daycare, tergantung fasilitas dan support systemnya sih ya
    Pemilihan daycare ini juga tricky soalnya, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan

  5. Daycare juga berdampak baik untuk anak. Anak jadi lebih mandiri dan bisa bersosialisasi. Dan harus benar-benar memilih daycare yg bisa dipercaya. mengingag akhir-akhir ini ada kekerasan yang terjadi di daycare.

  6. mencari Daycare termasuk agak-agak susah ya mbak, menyesuaikan dengan karakter anak juga, biaya juga pastinya dan lokasi bisa jadi pertimbangan juga
    keponakan aku dari kecil udah dimasukin ke daycare, karena ortunya memang sibuk kerja, tapi anak jadi belajar berani juga, punya temen, bisa berinteraksi juga dengan baik
    waktu aku ngeliat berita yang owner memperlakukan anak-anak daycarenya dengan tidak baik, jadi sedih.
    pemilik daycare harus punya komitmen dan niat yang baik, nggak boleh asal menyiksa anak orang

  7. Sewaktu anakku kecil dulu sama sekali gak kepikiran sih buat titipin anak ke day care, karena biayanya pasti mahal. Belum lagi komentar julid di sekitarku klo anak dititipin gitu, mana ibuknya bukan pekerja kantoran lagi, huhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *