Cara Membuat Kompos dari Daun Kering

Cara mudah membuat kompos dari daun kering

Saat ke rumah ibu, aku  melihat keponakan sibuk membakar daun kering di depan rumah. Tumpukan daun kering yang bercampur dengan beberapa sampah plastik itu berasal dari pohon-pohon yang masih tumbuh subur di depan rumah.  Ah, harusnya aku kasih tahu tentang cara membuat kompos dari daun kering. 

Memang nyesek sih pas liat bakar sampah masih jadi tradisi di desa untuk menyelesaikan masalah tumpukan sampah yang menggunung. Padahal kalau menyadari bahwa bakar sampah itu sebenarnya bikin tambah masalah, terutama dalam hal lingkungan, tentu nggak bakal bakar sampah sembarangan lagi.

Apalagi kalau tiap orang tahu gimana cara memanfaatkan sampah, pasti persoalan opsi membakar itu bakal nggak ada lagi. Seperti halnya memahami bahwa ternyata daun kering bisa dijadikan pupuk kompos adalah cara untuk mengelola sampah dengan bijak.

Cara Membuat Kompos dari Daun Kering

Terdapat beberapa cara membuat kompos yang berasal dari daun kering saja dengan tambahan bioaktivator, atau pupuk kompos yang memakai sisa sampah organik. Namun keduanya sama-sama bermanfaat untuk mengatasi sampah yang mulai menjadi masalah di berbagai tempat. Oh ya, aku pernah menulis cara bikin pupuk kompos sederhana dan cepat, loh.

Berikut ini beberapa cara membuat kompos dari daun kering hanya menggunakan bahan sederhana saja di rumah tanpa ada sampah hijau dari sisa sayuran atau kulit buah. Dilansir dari berbagai sumber inilah caranya.

Siapkan bahan kompos

Menyiapkan bahan yang diperlukan

Bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk kompos adalah satu karung daun kering yang diteletakkan di tempat kering, nasi basi atau berjamur berguna untuk dekomposter atau mempercepat proses pengomposan, satu ember air ukuran sedang, tali.

Mencampurkan Nasi Basi dengan Air

Nasi basi yang sudah disiapkan campurkan dengan satu ember air. Jangan lupa untuk terus diaduk hingga larut.

Menyiram Campuran Nasi Basi dan Air ke Daun Kering

Larutan nasi basi dan air yang sudah tercampur sebelumnya, tuangkan ke atas daun kering yang disimpan dalam satu karung. Lalu aduk hingga semuanya merata. Tuangkan sampai habis dan usahakan tercampur semua dengan larutan air dan sisa nasi basi.

Menyimpan di tempat teduh.

Jika dirasa sudah tercampur semua, simpan satu karung tadi yang telah diikat dengan tali sebelumnya ke tempat yang teduh. HIndarkan dari paparan sinar matahari langsung dan air hujan, ya. Simpan selama satu minggu, lalu cek kembali untuk diaduk agar proses penguraiannya lebih cepat.

Harap diperhatikan juga soal kelembapan, jangan sampai pupuk kompos terlalu becek karena bisa membuat penguraiannya menjadi lama. Namun jika terlalu kering, jangan lupa tambahkan air kembali. Oh ya, jika proses yang dilakukan benar, bakal ada hasilnya setelah didiamkan selama satu minggu. Seperti pupuk yang lembap akan berubah warna. Tunggu hasilnya sekitar satu bulan, maka pupuk akan berubah warna jadi hitam dan teksturnya menjadi serbuk yang siap digunakan untuk tanaman. Selamat mencoba.

Alasan Membuat Pupuk Kompos dari Daun Kering

Alasan memakai daun kering untuk membuat kompos

Terdapat beberapa alasan memanfaatkan daun kering untuk dijadikan kompos, salah satunya karena di desa masih banyak pohon-pohon tumbuh subur. Bahkan kadang sangking banyaknya di depan rumah ibu, daun yang berguguran dari pohon mahoni bisa memenuhi halaman rumah lalu menumpuk hingga menggunung.

Jika tak dimanfaatkan dan dikelola dengan bijak, tumpukan daun kering itu bisa saja langsung dibakar. Padahal sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan membuat pupuk kompos yang bisa menjadi alternatif pupuk anorganik karena dapat menyuburkan tanaman. Apalagi cara membuatnya ternyata cukup mudah, hanya perlu kesabaran saja untuk mencampurnya satu persatu dan menunggu kompos berhasil menjadi pupuk.

Kenapa Daun Kering Bisa Dijadikan Pupuk Kompos?

Menurut laman KKN Undip, daun kering yang dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos ternyata mengandung unsur Nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman sebagai proses pertumbuhan dan pembentukan klorofil.

Berapa Lama Daun Kering Bisa Terurai jadi Kompos?

Waktu yang dibutuhkan daun kering agar bisa terurai sekitar satu bulan atau 4 minggu, namun tergantung bagaimana kita memperlakukannya seperti aduk dan cek secara berkala agar daun kering dapat lekas terurai.

Campuran daun kering dan larutan nasi basi yang sudah didiamkan selama satu minggu, sebaiknya dicek untuk melihat kelembapannya. Jika terlalu kering, tambahkan air. JIka masih lembap, biarkan saja yang nantinya akan menjadi pupuk.

Sekitar minggu ketiga dan keempat biasanya pupuk yang lembap akan berubah warna menjadi hitam, teksturnya juga berubah jadi serbuk. Namun, pupuk benar-benar siap digunakan untuk tanaman ketika sudah minggu keempat.

Apa Faktor yang Mempengaruhi Daun Kering Agar Cepat Terurai?

Ada beberapa faktor daun kering cepat terurai atau lebih lama, salah satunya ukuran daunnya. JIka semakin kecil ukuran daun yang digunakan, maka semakin cepat proses penguraian pupuk kompos. Selain itu, suhu kelembapan dan air juga berpengaruh terhadap penguraian pupuk kompos. Oleh karena itu cek secara berkala untuk melihat pupuk tak terlalu basah dan kering, usahakan suhunya lembap, ya.

Daun Kering Tak Lagi Jadi Sampah, Bikin Kompos Atasi Masalah

Di desa yang masih banyak pohon-pohon besar, ternyata permasalahannya sebagian besar hampir sama. Membakar sampah daun kering karena terlalu banyak dan bikin halaman rumah jadi kotor. Padahal sebenarnya membakar sampah bukanlah solusi, justru bikin menambah masalah tak hanya soal lingkungan tetapi juga kesehatan. Baca artikelku soal bakar sampah di blog ini dengan judul “bakar sampah”.

Tentunya harus ada kesadaran dari setiap individu untuk bijak mengelola sampah, salah satunya soal daun kering bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos. Tak hanya menghasilkan pupuk organik yang baik untuk tanaman karena tidak memakai zat kimia, tetapi dengan mengelola sampah daun kering menjadi pupuk kompos dapat menjadi cara menjaga lingkungan sekitar kita. Jadi, yuk manfaatkan sampah daun kering biar tak jadi masalah.

Oh ya, kalau kalian tertarik dengan membuat kompos terutama dari sampah organik, bisa persiapkan dulu alat dan bahannya ya, baca saja di sini dengan judul Alat dan Bahan Pembuatan Kompos. ***

Referensi

http://kkn.undip.ac.id/

10 Comments

  1. wah mba pas banget ini, aku sekarang lagi nanam pokcoy, trus kacang panjang dan temen-temene, aku kemarin bikin pupuk cair dari cucian beras, trus aku masukin sisa nasi, sayur gitu, tadi pagi aku buka ee berjamur. Next mau bikin yang dari daun kering juga, sepertinya ini malah aman dari bau ya.

  2. aku sekarang lagi nanam pokcoy, trus kacang panjang dan temen-temene, aku kemarin bikin pupuk cair dari cucian beras, trus aku masukin sisa nasi, sayur gitu, tadi pagi aku buka ee berjamur. Next mau bikin yang dari daun kering juga, sepertinya ini malah aman dari bau ya.

  3. Wah nasi basi bisa jadi kompos juga? Bermanfaat ternyata ya. Aku kalau ada sisa nasi basi, aku kasih ayam tetangga aja, haha. Di rumah juga banyak daun kering karena aku punya pohon mangga. Tapi, ya gitu aku tumpuk aja 🤣

  4. Sayangnya masih banyak yang nggak tahu kalau daun kering bisa dimanfaatkan, ya. Padahal bisa kurangi pemanasan global, kan.

  5. Persis kayak di kampung halamanku, nih. Sampahnya justru dibakar, mana nggak ngerasa bersalah. Padahal kan bisa dibikin pupuk kompos. Haduh

  6. Kalau diolah jadi pupuk kompos, daun kering jadi ada manfaarnya ya, kak. Bisa dicoba nih lain kali di rumah.

  7. Emang bener sih kalau di desa bakar sampah itu cara praktis biar rumah bersih, tapi ya bikin polusi, ya. Harusnya dibikib kek gini brati ya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *